Selasa, 05 Juni 2012

Nazaruddin Ungkap Penyetor Fee ke Angie

JAKARTA, suaramerdeka.com - Mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin kembali buka mulut terkait kasus dugaan korupsi yang diduga melibatkan koleganya. Nazaruddin yang diperiksa terkait pembahasan anggaran di Kemendikbud untuk proyek pengadaan sarana dan prasarana pendidikan di sejumlah Universitas mengaku ditanyai soal aliran dana ke tersangka Angelina Sondakh.
"Tadi yang diperiksa tentang yang berkaitan dengan universitas. Jadi waktu itu Mas Anas sebagai ketua umum kan ada perintahkan saya buat kalender 1 juta (lembar). Waktu itu ditanya, uangnya dari mana, suruh minta sama Angie," kata Nazaruddin usai diperiksa delapan jam oleh penyidik KPK, Selasa malam (5/6).
Nazar yang keluar Gedung KPK pukul 20.10 WIB mengungkapkan, uang pembayaran kalender Anas senilai Rp 2,5 miliar berasal dari imbalan atau fee pembahasan anggaran proyek pengadaan universitas yang diterima Angie. Fee senilai Rp 10 miliar disetorkan oleh tiga universitas di wilayah Indonesia Timur. Ketiganya yaitu Universitas Haluoleo Sulawesi Tenggara, Universitas Tadulako Sulawesi Selatan, dan Universitas Nusa Cendana Nusa Tenggara Timur (NTT).
"Angie ambil uangnya dari Universitas Haluleo, Tadulako dan universitas Cendana," kata Nazaruddin.
Suami buronan Neneng Sri Wahyuni menjelaskan, pemberian fee ke Angie dilakukan dalam dua tahap. Uang tahap kedua senilai Rp 2,5 miliar dibayarkan Angie untuk pembayaran kalender Ketua Umum Partai Demokat, Anas Urbaningrum yang disebarkan dalam Kongres Demokrat tahun 2010 di Bandung, Jawa Barat. "Jadi ada dua tahap. Tahap pertama diserahkan tahun 2010 waktu pembahasan APBNP. Kedua, Januari 2011 untuk bayar kalender," ujar mantan Badan Anggaran (Banggar) DPR itu.
Tersangka Angie selaku anggota Banggar di Komisi X DPR diduga menerima imbalan untuk menggolkan anggaran untuk proyek wisma atlet SEA Games 2011 di Kemenpora.
( Mahendra Bungalan / CN32 / JBSM )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar